CUMOMI : PERMEN JELLY GELATIN CUCURBITA MOSCHATA & CINNAMOMUM sebagai Pencegah Kanker Lambung pada Anak

Authors

  • Nur Rezky Imzahkiah Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin Author

DOI:

https://doi.org/10.62084/ijsph.v3i2.42

Keywords:

Anak, CUMOMI, Kayu manis, Labu kuning, Permen Jelly

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan CUMOMI, yaitu permen jelly berbahan dasar sari labu kuning (*Cucurbita moschata*), gelatin, gula merah, dan ekstrak kayu manis (*Cinnamomum*). Produk ini dikembangkan sebagai salah satu inovasi pangan olahan yang memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya labu kuning dan kayu manis. Pemilihan bahan tersebut didasarkan pada kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang terdapat di dalamnya, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif makanan yang menarik bagi anak-anak. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Proses pembuatan CUMOMI dilakukan pada periode November hingga Januari. Setelah produk selesai dibuat, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui tingkat penerimaan responden terhadap karakteristik produk. Responden penelitian berjumlah 31 anak dengan rentang usia 3–12 tahun. Penilaian organoleptik meliputi empat aspek, yaitu rasa, aroma, tekstur, dan warna. Setiap aspek dinilai berdasarkan tingkat kesukaan responden terhadap produk CUMOMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek rasa, nilai 3 diperoleh sebesar 64,52%. Pada aspek aroma, nilai 3 juga memperoleh persentase sebesar 64,52%. Selanjutnya, aspek tekstur memperoleh nilai 3 sebesar 74,19%, sedangkan aspek warna memperoleh nilai 3 dengan persentase tertinggi, yaitu 90,32%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa CUMOMI dapat diterima dengan baik oleh sebagian besar responden berdasarkan karakteristik organoleptiknya. Dengan demikian, CUMOMI memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pangan olahan berbahan dasar labu kuning dan kayu manis. 

Author Biography

  • Nur Rezky Imzahkiah, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin

    Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,  Universitas Hasanuddin

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi dan pedoman terkait keamanan pangan.

Basuki, E. K., Mulyani, T., & Hidayati, L. (2014). Pembuatan permen jelly nanas dengan penambahan karagenan dan gelatin. Jurnal Teknologi Pangan, 8(1).

Handayani, S. D., Purnamayati, L., Sumardianto, Suharto, S., & Arifin, M. H. (2024). Characterization of jelly candy with different percentage of gelatin from patin fish skin (Pangasius pangasius). Journal of Advances in Food Science & Technology, 11(3), 1–16.

National Cancer Institute. Causes and risk factors of stomach cancer. National Cancer Institute.

Sari, E. M., Fitriani, S., & Ayu, D. F. (2022). Penggunaan sari buah kelubi dan gelatin dalam pembuatan permen jelly. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 14(2).

UNICEF Indonesia. Nutrition. UNICEF Indonesia.

Wang, J., Su, B., Jiang, H., Cui, N., Yu, Z., Yang, Y., & Sun, Y. (2020). Traditional uses, phytochemistry and pharmacological activities of the genus Cinnamomum (Lauraceae): A review. Fitoterapia, 146, 104675.

Wulandari, D., Sugiyanto, S., & Tawarniate, A. (2023). Characteristics of jelly candy based on bovine split hide gelatin. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 23(1).

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Nur Rezky Imzahkiah. (2026). CUMOMI : PERMEN JELLY GELATIN CUCURBITA MOSCHATA & CINNAMOMUM sebagai Pencegah Kanker Lambung pada Anak. Indonesian Journal of Science and Public Health, 3(2), 51-56. https://doi.org/10.62084/ijsph.v3i2.42

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.