Pemanfaatan Tepung Mocaf dan Biji Chia dalam Pembuatan Cookies Bebas Gluten

Authors

  • Inna Raehna Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Makassar Author

DOI:

https://doi.org/10.62084/ijsph.v3i2.44

Keywords:

Biji Chia, Cookies bebas gluten, Tepung mocaf

Abstract

Cookies merupakan salah satu produk pangan yang banyak digemari karena memiliki rasa yang beragam, tekstur renyah, serta praktis untuk dikonsumsi. Namun, sebagian besar cookies dibuat menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama yang mengandung gluten. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk cookies bebas gluten. Tepung mocaf merupakan salah satu bahan pangan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu karena berasal dari singkong yang dimodifikasi melalui proses fermentasi. Selain itu, penambahan biji chia dapat meningkatkan nilai gizi produk karena mengandung protein, serat pangan, dan lemak esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia serta mengetahui tingkat penerimaan produk berdasarkan karakteristik organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium. Proses pembuatan cookies meliputi persiapan bahan, pencampuran bahan, pembentukan adonan, pencetakan, dan pemanggangan hingga matang. Uji organoleptik dilakukan terhadap 15 panelis dengan menilai beberapa karakteristik produk, yaitu rasa, tekstur, warna, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia memperoleh rata-rata nilai rasa sebesar 4,73, tekstur sebesar 4,47, warna sebesar 4,53, dan aroma sebesar 4,93. Nilai tersebut menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat penerimaan yang baik dari panelis pada seluruh aspek yang dinilai. Berdasarkan hasil penelitian, cookies berbahan dasar tepung mocaf dan biji chia dapat diterima dengan baik berdasarkan karakteristik organoleptik serta berpotensi dikembangkan sebagai alternatif produk cookies bebas gluten berbahan pangan lokal. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan pengembangan variasi formulasi dan pengujian kandungan gizi secara lebih lengkap.

References

Abdulkarim, A. S., & Murray, J. A. (2003). The diagnosis of coeliac disease. Alimentary Pharmacology & Therapeutics, 17(8), 987–995.

A. D. L. Renzo, F. Tedjakusuma, & Reggie Surya. (2023). Cookies Product Development with the Addition of Turmeric Extract. IOP Conference Series, 1169(1), 012087. doi:10.1088/1755-1315/1169/1/012087.

Aljada, B., Zohni, A., & El-Matary, W. (2021). The Gluten-Free Diet for Celiac Disease and Beyond. Nutrients, 13(11), 3993. doi:10.3390/nu13113993.

Alessandra de Cássia Lovato, M. L. M. V. Corgozinho, L. V. Alves, S. R. Martins, R. C. F. Duarte, C. Cardoso, J. P. de Paiva Silvino, C. N. Ferreira, I. de F. O. Silva, & A. P. L. Mota. (2022). Effect of the use of Chia (Salvia Hispanica L.) seeds on antioxidant status and anthropometric parameters in obese, type 2 diabetics and/or hypertensive patients. Research, Society and Development, 11(4), e46511427432. doi:10.33448/rsd-v11i4.27432.

Aprilia, N. P. R. D., Yusa, N. M., & Pratiwi, I. D. P. K. (2019). Perbandingan modified cassava flour (mocaf) dengan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap karakteristik sponge cake. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 8(2), 171–180.

Arumsari, I., & Sofyaningsih, M. (2020). Evaluasi zat tepung chia (Salvia hispanica L.) dan tepung wijen (Sesamum indicum L.) sebagai alternatif tepung tinggi serat dan protein. Jurnal AGRIPA, 5(1), 27–33.

Bruna Guedes de Melo, Bruna Lago Tagliapietra, & Maria Teresa Pedrosa Silva Clerici. (2023). Evolution of the technological, sensory, and nutritional quality of gluten-free cookies: a critical review. Food Science and Technology. doi:10.5327/fst.75822.

Coelho, M. S., & Salas-Mellado, M. (2014). Chemical characterization of chia (Salvia hispanica L.) for use in food products. Journal of Food and Nutrition Research, 2(5), 263–269.

Daniel, T. Tan, Marcelo Alexandre Prado, & Sheila Oliveira-Alves. (2024). Chia (Salvia hispanica L.): Chemical composition, phenolic compounds, antioxidant activity, and antitumor activity. doi:10.56238/sevened2024.018-039.

Dewi, Furtuna Ayu., & Rahmayuni. (2023). The Crackers of Modified Cassava Flour (MOCAF) and Cowpea Flour: Chemical and Sensory Properties. Agritekno, 12(1), 57–64. doi:10.30598/jagritekno.2023.12.1.57.

Harjanto, N. Y., & Mulyatiningsih, E. (2021). Substitusi tepung mocaf pada pembuatan soft cookies red velvet. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 16(1).

Husby, S., Koletzko, S., Korponay-Szabó, I. R., Mearin, M. L., Phillips, A., Shamir, R., et al. (2012). European Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology, and Nutrition guidelines for the diagnosis of coeliac disease. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition, 54(1), 136–160.

Jelena Tomić, Dubravka Škrobot, Tamara Dapčević-Hadnađev, R. Nikola Maravić, Slađana Rakita, & Miroslav Hadnađev. (2022). Chia Seed Hydrogel as a Solid Fat Replacer and Structure Forming Agent in Gluten-Free Cookies. Gels, 8(12), 774. doi:10.3390/gels8120774.

Kristanti, D., Setiaboma, W., & Herminiati, A. (2020). Karakteristik fisikokimia dan organoleptik cookies mocaf dengan penambahan tepung tempe. Biopropal Industri, 11(1), 1–8.

Kulczyński, B., Kobus-Cisowska, J., Taczanowski, M., Kmiecik, D., & Gramza-Michałowska, A. (2019). The chemical composition and nutritional value of chia seeds—Current state of knowledge. Nutrients, 11(6), 1242.

Marta Mesías, P. V. Gómez, Elena Olombrada, Francisca Holgado, & Francisco J. Morales. (2023). Risk/Benefit Evaluation of Chia Seeds as a New Ingredient in Cereal-Based Foods. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(6), 5114. doi:10.3390/ijerph20065114.

Maya Indra Rasyid, & Dyah Puspita Sari. (2023). Daya terima cookies mocaf (Modified Cassava Flour) dengan penambahan tepung buah nipah (Nypa fruticans Wurmb). Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian, 5(2), 55. doi:10.35308/jtpp.v5i2.8585.

Pandiangan, F. I., & Wijaya, O. A. (2022). Analisis kandungan gizi dan gluten cookies tepung modifikasi singkong dengan penambahan whey protein konsentrat. Jurnal Pengolahan Pangan, 7(2), 92–98.

Rodrigo, L. (2006). Celiac disease. World Journal of Gastroenterology: WJG, 12(41), 6577.

Sunarsi, S., Sugeng, M., Wahyuni, S., & Ratnaningsih, W. (2011). Memanfaatkan singkong menjadi tepung mocaf untuk pemberdayaan masyarakat Sumberejo. Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, (1), 306–310.

Titri, Siratantri, & Mastuti. (2023). Karakteristik cookies mocaf dengan substitusi ampas kacang hijau dan penambahan isolat soy protein. 7(1), 82. doi:10.19166/jstfast.v7i1.6740.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Inna Raehna. (2026). Pemanfaatan Tepung Mocaf dan Biji Chia dalam Pembuatan Cookies Bebas Gluten. Indonesian Journal of Science and Public Health, 3(2), 66-72. https://doi.org/10.62084/ijsph.v3i2.44