Analisis Kandungan Antioksidan dan Serat pada Produk Cookies dengan Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera)
DOI:
https://doi.org/10.62084/ijsph.v3i2.41Keywords:
Antioksidan, Cookies, Daun Kelor (Moringa oleifa), DPPH, SeratAbstract
Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi esensial, seperti vitamin, mineral, serat, serta senyawa antioksidan. Meskipun memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional, konsumsi daun kelor segar masih terbatas karena rasa pahit dan aroma langu yang khas. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah daun kelor menjadi tepung dan menggunakannya sebagai bahan substitusi dalam produk cookies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan antioksidan dan serat pada cookies dengan substitusi tepung daun kelor serta mengetahui potensi penambahan tepung daun kelor dalam meningkatkan nilai fungsional produk. Penelitian dilakukan di SPIDI Female Boarding School, Maros, Sulawesi Selatan, menggunakan tiga variasi sampel, yaitu kontrol tanpa substitusi (0%), substitusi tepung daun kelor 5%, dan substitusi 10%. Aktivitas antioksidan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode DPPH berdasarkan perubahan warna, sedangkan kandungan serat dianalisis secara deskriptif melalui pengujian skala laboratorium sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan substitusi 10% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi, ditandai dengan warna DPPH yang lebih pucat dibandingkan sampel lainnya. Pada pengujian serat, sampel kontrol menunjukkan hasil tertinggi, diikuti oleh sampel substitusi 10% dan 5%. Meskipun demikian, hasil substitusi 10% lebih tinggi dibandingkan substitusi 5%, sehingga menunjukkan adanya kontribusi tepung daun kelor terhadap kandungan serat. Secara keseluruhan, substitusi tepung daun kelor, khususnya pada konsentrasi 10%, berpotensi meningkatkan nilai fungsional cookies sebagai alternatif camilan.
References
Baliyan, S., Mukherjee, A., & Gupta, A. (2022). Determination of Antioxidants by DPPH Radical Scavenging Activity and Quantitative Phytochemical Analysis. Molecules, 27(4), 1376.
Barber, T. M., Kabisch, S., Pfeiffer, A. F., & Weickert, M. O. (2020). The Health Benefits of Dietary Fibre. Nutrients, 12(10), 3209.
Chen, Z., Bertin, R., & Froldi, G. (2020). Comparative Study of Antioxidant Activity as Determined by Different Methods. Food Chemistry, 311, 125887.
Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49-56.
Hidayat, A., & Rahmawati, D. (2020). Pemanfaatan tepung daun kelor pada produk pangan sebagai sumber serat dan mineral. Jurnal Pangan dan Gizi, 10(2), 85-92.
Kadek, Y. P. (2018). Klasifikasi dan potensi daun kelor (Moringa oleifera). Jurnal Sains dan Kesehatan.
Kusuma, R. A. (2021). Uji organoleptik cookies dengan substitusi tepung daun kelor. Jurnal Teknologi Pangan, 6(1), 45-52.
Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., & Schiraldi, A. (2017). Moringa oleifera Seeds and Oil: Characteristics and Uses for Human Health. International Journal of Molecular Sciences, 18(10), 2141.
Meireles, D., Childress, J., Afonso, C., & Almeida, I. (2020). Moringa oleifera Leaf Powder as a Food Ingredient. Journal of Food Science and Technology.
Moussa, S. A. (2019). Antioxidants and Free Radicals in Health and Disease. International Journal of Medical Sciences.
Putri, N. A., Herlina, & Subardjo. (2019). Pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kadar serat dan aktivitas antioksidan cookies. Jurnal Ilmu Pangan dan Teknologi, 4(2), 67-74.
Sari, D. K., dkk. (2020). Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Cookies Tepung Daun Kelor. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 13(1), 22-30.
USDA. (2018). Moringa oleifera plant classification and nutrient profile. United States Department of Agriculture.
Vergara-Jimenez, M., Almatrafi, M. M., & Fernandez, M. L. (2017). Bioactive Compounds in Moringa oleifera Leaves Protect against Chronic Disease. Antioxidants, 6(4), 91
Downloads
Published
Issue
Section
How to Cite
Similar Articles
- Inna Raehna, Pemanfaatan Tepung Mocaf dan Biji Chia dalam Pembuatan Cookies Bebas Gluten , Indonesian Journal of Science and Public Health: Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
- Aniela Amanda, Hubungan Antioksidan (Polifenol), Vitamin D, danDukungan Sosial terhadap Kejadian DM padaWanita Usia 40-60 Tahun di Wilayah KerjaPuskesmas BungoroHubungan Antioksidan (Polifenol), Vitamin D, danDukungan Sosial terhadap Kejadian DM padaWanita Usia 40-60 Tahun di Wilayah KerjaPuskesmas Bungoro , Indonesian Journal of Science and Public Health: Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - April 2026
- Adestia Tangke Padang, Pemanfaatan Sereal Biji Nangka sebagai Alternatif Sarapan , Indonesian Journal of Science and Public Health: Vol. 3 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
You may also start an advanced similarity search for this article.



